Pelatihan Teknik Dasar Biologi Molekuler Berbasis Praktik untuk Penguatan Pemahaman Siswa Madrasah Aliyah Shirotul Fuqoha Malang, Indonesia

  • Ruri Siti Resmisari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Didik Wahyudi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Evika Sandi Savitri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Suyono Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Aziztur Rahmah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Shinta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia

Abstract

Keterbatasan perangkat laboratorium di Madrasah Aliyah Shirotul Fuqoha Gondanglegi, Kabupaten Malang, membatasi kesempatan siswa mempelajari biologi molekuler melalui praktik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan alur isolasi DNA, amplifikasi dengan polymerase chain reaction (PCR), analisis random amplified polymorphic DNA (RAPD), dan elektroforesis, serta mendeskripsikan perubahan skor pemahaman peserta setelah pelatihan. Program menggunakan pendekatan pelatihan berbasis praktik langsung dengan evaluasi preeksperimental satu kelompok sebelum–sesudah. Kegiatan mencakup survei kebutuhan pada 5 Juni 2026, sosialisasi pada 10 Juni 2026, serta pelatihan dan evaluasi pada 17 Juni 2026. Sasaran program adalah siswa kelas XI–XII IPA, dengan pelaksanaan pelatihan pada siswa kelas olimpiade dan pelibatan guru biologi. Rata-rata skor pretest dan posttest dianalisis secara deskriptif. Skor meningkat dari 73 menjadi 97, dengan selisih 24 poin dan kenaikan relatif 32,9%. Pengamatan selama kegiatan menunjukkan partisipasi aktif siswa dan respons positif sekolah. Kontribusi program terletak pada penyesuaian pelatihan dengan kebutuhan madrasah serta pengaitan pengenalan teknik molekuler dengan pelibatan guru dan rencana tindak lanjut. Hasil menunjukkan kenaikan skor pemahaman segera setelah pelatihan, tetapi belum membuktikan pengaruh kausal maupun penguasaan keterampilan laboratorium secara mandiri karena tidak tersedia kelompok pembanding dan penilaian kinerja terstandar. Tindak lanjut diarahkan pada pelatihan lanjutan, penyusunan modul praktikum, dan perbaikan dokumentasi evaluasi.

Published
2026-09-23