Pemberdayaan Konveksi melalui Standardisasi Produksi, Digitalisasi Manajemen, dan Branding berbasis Literasi Budaya Minangkabau, Indonesia

  • Trisna Helda Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia
  • Vivina Eprillison Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia
  • Hafizah Delyana Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia
  • Dinda Tiara Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia
  • Warhamna Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia
  • Ine Mai Santia Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia

Abstract

Usaha mikro dan kecil pada bidang konveksi menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan kapasitas produksi, tetapi juga standardisasi mutu, pencatatan usaha, diferensiasi produk, dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat keberdayaan Aka Konveksi di Kelurahan Parik Rantang, Kota Payakumbuh, melalui integrasi standardisasi proses produksi, digitalisasi pencatatan manajemen, serta pengembangan branding berbasis literasi budaya Minangkabau. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan action research melalui sosialisasi dan diskusi kelompok, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, serta evaluasi. Data capaian diperoleh dari perbandingan kondisi mitra sebelum dan pada tahap kemajuan program, dokumentasi kegiatan, dan pemeriksaan perangkat kerja yang dikembangkan. Hasil menunjukkan kapasitas produksi meningkat dari 1.500 menjadi 2.000 potong per minggu (33,33%), sedangkan waktu produksi per produk turun dari 90 menjadi 60 menit (efisiensi 33,33%). Proporsi produk yang memerlukan perbaikan turun dari 2,40% menjadi 1,05%, atau menurun 56,25% secara relatif. Mitra juga mulai menerapkan pencatatan arus kas yang lebih terstruktur selama tiga bulan serta mengembangkan produk bermerek yang mengangkat identitas budaya Minangkabau. Harga produk meningkat dari Rp105.000 menjadi Rp115.000 (9,52%), meskipun belum mencapai target awal 20%. Temuan tahap kemajuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan perbaikan proses, tata kelola sederhana, dan identitas budaya berpotensi memperkuat produktivitas serta nilai ekonomi usaha. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan penerapan dan mengukur dampak pemasaran secara lebih sistematis.

Published
2026-11-05